Selasa, 18 November 2014

Alhamdulillah

Senja itu menyongsong gelap dan semakin gelap. Dalam sunyi yang membuatku terlelap merajut mimpi,  mimpi yang kadang indah. Ini mendung menyertai, ku harap akan segera turun hujan agar malam ini menjadi dingin, agar kudengar riuh suara air, bagai nyanyian indah dengan instrumen alam yang Tuhan (Alloh) ciptakan. Dan agar besok kusaksikan burung berkicau, dedaunan yang menghijau, bunga bermekaran, pelangi yang menampakkan diri. Sepertinya esok hari akan cerah, pancaran sang mentari memberi kode untuk ku melanjutkan kehidupan ini. Terik tak mengapa, karena peluh ini telah menyertai langkahku.
Tak nampak berat yang ada hanya senyuman, menyapa setiap anugerah yang diberikan, ini sungguh nikmat yang luar biasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar