Selasa, 18 November 2014

Alhamdulillah

Senja itu menyongsong gelap dan semakin gelap. Dalam sunyi yang membuatku terlelap merajut mimpi,  mimpi yang kadang indah. Ini mendung menyertai, ku harap akan segera turun hujan agar malam ini menjadi dingin, agar kudengar riuh suara air, bagai nyanyian indah dengan instrumen alam yang Tuhan (Alloh) ciptakan. Dan agar besok kusaksikan burung berkicau, dedaunan yang menghijau, bunga bermekaran, pelangi yang menampakkan diri. Sepertinya esok hari akan cerah, pancaran sang mentari memberi kode untuk ku melanjutkan kehidupan ini. Terik tak mengapa, karena peluh ini telah menyertai langkahku.
Tak nampak berat yang ada hanya senyuman, menyapa setiap anugerah yang diberikan, ini sungguh nikmat yang luar biasa.

Kamis, 06 Desember 2012

LOVE is START n' STOP HERE

imajinasiku melambat ketika kata tak lagi dapat terungkap dengan indah. memperoleh kesenangan sesaat yang mampu menerbangkan angan, melupakan sedih dan kecewa yang tercipta di atas nama cinta. merasa sempurna dengan perasaan yang terbina, merangkai senyum dari setiap gundah yang mendesak hati untuk terus memiliki sebelum semua kembali menjadi serpihan luka tak bermakna. mencoba bangkit dan mengukir sedih menjadi untaian bahagia. membuka sedikit celah dalam hati untuk orang baru dengan rasa yang indah, merengkuh kenangan indah untuk menjadi sebuah kisah baru tentang aku dan hatiku. membuka mata sehingga rasa yang tercipta terharap tak akan menggapai kata kecewa. sampai akhirnya trauma kian sirna berganti suka seperti layar berkembang memecah samudra kegundahan tuk menempuh cahaya baru dalam cerita hati. perasaan yang membumbung tinggi seperti kepulan asap Mt. Merapi, tak ada halangan untuk menggapai awal cerita cinta. sungguh teramat sakti, yang lalu mengerti permainan hati kini telah mempu membawa tawa dan cinta. percaya bahwa hati telah mempu menahan kobaran api duka dengan ketulusan yang memecah keraguan. luka hati bekas pahatan nama sang penguasa hati telah kembali seperti semula, mencoba menguatkan hati untuk kembali mencoba mengukir lukisan indah atas nama kebahagiaan. melebarkan sayap-sayap keyakinan dengan harapan terlahirnya keceriaan yang telah lama bersembunyi dalam kerumunan luka, bercampur asa yang retak. berlarilah sejauh ku mampu untuk menggapai tangan halusnya menjabat lara menjadi suka. menahan nafas dari aroma pembakar dahaga akan indahnya rasa yang sempurna yaitu cinta. menciptakan senyum terindah, terbahagia hingga wajah terasa lebih merona dengan aksen malu yang memerahkan rona di sudut pipi. jika ditanyakan pada hatimu tentang rasa, tentang cinta dan tentang semua yang berbeda, akankah bulan terus bersinar memberikan cahaya harapan dengan hiasan kerlipan para prajurit bintang. telah diputuskan dan membiarkan semua berada di sini tepat di pelupuk mata, agar senantiasa menjadi cahaya saat kembali memejamkannya. sejenak menghembuskan nafas putus asa agar kelak tak lagi diperdaya cinta......... dalam kerlingan rasa yang membuat kita menggantungkan tinggi harapan yang mengatasnamakan rasa cinta untuk kambali memahat setiap huruf hingga menjadi sebuah nama yang menjadi bayangan di jiwa. karena hanya akan ada di sana menetap di sana dalam hati, karena telah kembali melemah karena cinta pula. asaku kembali menyerpih dan terbuang saat aku sadari ternyata tak lagi mampu menatapnya hingga dalam dada. telah aku putuskan untuk memutar arah menanti ketulusan yang bukan ku ciptakan tapi akan tercipta untukku dan hatiku. menggenggam erat rasa yang telah termiliki. karena telah ada di sana di kedua pelupuk mata, sehingga hanya aku dan Tuhan yang akan menyaksikannya. pisahkan diri dari persahabatan dengan cinta, karena terlalu sulit untuk diterka, terlalu sakit untuk dirasa dan hanya akan indah pada waktunya.

Kamis, 04 November 2010

mimpi usang

Saatnya aku harus kembali membuka mata, meski hingga saat ini dia belum ada disisiku
Aku akan tetap membuka mata sambil tersenyum menyapanya dalam anganku. Tapi apa dia tau?...mungkin,,,,mungkin iya lebih besar kemungkinan tidak,,,,suatu ketika aku bermimpi, dalam mimpiku, aku temukan dia semua terasa sangat nyata hingga aku enggan untuk membuka mata, namun setelah aku terbangun tak ku lihat lagi sosoknya dari situ aku sadar bahwa itu benar-benar hanya mimpi belaka,,sedikit menyapu kerinduan yang sebenarnya masih sangat banyak menumpuk dihatiku, bahkan gambarnya tak lagi menepis serpihan rinduku yang semakin lama semakin menggunung.
Suara itu! Alunan lagu dari petikan sebuah gitar usang mengingatkanku akan kebersamaanku dengannya. Lalu kenapa? Bahkan hanya untuk mendengar suaranya pun kini aku tak bisa. Terlampoi sulit hingga air mata ini sedikit demi sedikit semakin membasahi pipiq. Kenapa aku begini? Apa ini sebuah hukuman? Ataukah ujian? Lalu bagaimana jika aku semakin tak berdaya?... aku akan lemah