Saatnya aku harus kembali membuka mata, meski hingga saat ini dia belum ada disisiku
Aku akan tetap membuka mata sambil tersenyum menyapanya dalam anganku. Tapi apa dia tau?...mungkin,,,,mungkin iya lebih besar kemungkinan tidak,,,,suatu ketika aku bermimpi, dalam mimpiku, aku temukan dia semua terasa sangat nyata hingga aku enggan untuk membuka mata, namun setelah aku terbangun tak ku lihat lagi sosoknya dari situ aku sadar bahwa itu benar-benar hanya mimpi belaka,,sedikit menyapu kerinduan yang sebenarnya masih sangat banyak menumpuk dihatiku, bahkan gambarnya tak lagi menepis serpihan rinduku yang semakin lama semakin menggunung.
Suara itu! Alunan lagu dari petikan sebuah gitar usang mengingatkanku akan kebersamaanku dengannya. Lalu kenapa? Bahkan hanya untuk mendengar suaranya pun kini aku tak bisa. Terlampoi sulit hingga air mata ini sedikit demi sedikit semakin membasahi pipiq. Kenapa aku begini? Apa ini sebuah hukuman? Ataukah ujian? Lalu bagaimana jika aku semakin tak berdaya?... aku akan lemah